DEW DROPS IN THE MIDDLE OF THE CROWD…

Hi fellas! Here I come. Fiuh, finally I can comeback here to share and write on this site. I was trapped on the denseness of activities to prepare my final test or degree test. Not only that but also two weeks after I past it. Alhamdulillah, I past my final test so well.. :D
Okay, back to the story I wanna share with you fellas. 19th February at Monkasel (Monumen Kapal Selam) Surabaya, the story goes. My watch showed me 10 am at that moment. It means that we had to start make some fun with our street friends. :)
This was an event which were supported by Hijabee Surabaya and SSC (Save Street Child) Surabaya, and I’m part of that community. The aim of those event is to share love and fortune. In my point of view, we are the fortunate should share ours with the less fortunate. They are us, human. Realize it fellas! ;)
On those event our ‘lil street friends was looking around in the submarine, coloring the drawing, watching diorama of our nation submarine history because our nation is maritime nation **Hhhmm., wait. What the English of Diorama..?? *Think.* Maafkan sayaaa.. Hayooo yang bisa jawab angkat tangannyaaa..! :D #QuestionFellas :D , hhmmm diorama is a three dimension thing which can describe the situation or landscape of history, nature, nation, or city for education perform..That’s all I know..hehe.. :D Okay lets continue mention the run down. After watching diorama, then ice cream time, and giving the present from us. In all of activities I could reach the spirit of our ‘lil street friends. Some of them have amazing creativity (it was showed on the coloring the drawing time). They could apply gradation technique on their drawing. It’s amaze me! Wow! Fabulous! I could see the firework of them. The never ending spirit of living the life, their own life. Oh yup, the point that you should know that on this event some of our ‘lil street friends brought their own drawing equipment such a crayon and so on, even though we had been preparing it all for them. Wow, what the amazing spirit, right?!! During that activities I accompanied them to color their drawing. Sometimes they asked me what the suitable color for the skin, for the uniform on that drawing and many more question. In this activities they learned how to be patient and share the equipment on their teammate.. :)
So, Me and mas Nanta who accompanied on the same team often to say “Hayooo.. Sabaaarr.. Gantian..” while we were helping them to sharpen the color pencil.

Ayooo yang bagus yaaa.. Biar dapet hadiah banyak.. :D -Coloring the drawing session-

***********************************************************************************************

Yeay, ice cream timee..!! Okay, Let me introduce you the special one, fellas. :D Her name is Putri. I learned about the gratitude of this ‘lil girl. She is about 5th or 6th years old. She was enjoying her ice cream so much, and I asked to her :
“Putri makan apa..?”
“es gream..”
“Ice cream.. *slow down and made it obvious in order to be followed* apa Put?”
“Es Cream..” *not bad* :D
“Pinter.. Itu ice cream-nya rasa apa Put? Yang warna pink?”
*shrugged* It means that she never know about the name of the taste before, that all she know were the colors.
“Yang pink itu rasa strawberry.. Yang atasnya, yang warna coklat itu rasa coklat.”
“Stroberry sama coklat..” *she said with her childlike face*
and theeennn actually she said something and not to whisper “Mbak pipis.” :D
hahahaha.. The effect of that ice cream was so fast..
Okay. Let us think! How lucky we are in our childhood we knew about the name of every food and drink that we tasted. It’s all about early childhood education. How lucky we are who were fulfilled with the best early childhood education from our beloved parents. :)

Yeiy, finally ice creaamm.. \\(^o^)/

“Mbak, wes habis.” Another ‘lil sound called me.
*looked over to the childlike face* *That ‘lil girl showed the ice cream’s stick that no ice cream on it. It was up.*
Yup., this was another ‘lil girl. Her name is Maya.
“Sini Maya. Buang di tempat sampah ini yaaa..” *showed the trashcan*
*nodded and then threw the stick away to the trashcan*
“Pinter..” *give the thumbs up*
*big grinned*

A lot of things that I can learn on that day. Sharing, throw away our selfishness, patient, and the precious is learning about parenting… #Loh..?? #Ups hahahaha… -> Just kidding fellas.. :D

Are we the human, we aren’t..?? So, let’s share our fortune world with the less fortunate.
Are we in the same earth, right? We share the same air to breath. We share the same bright sun and the same round moon..Is that right, isn’t that? Why we won’t to share our love and little fortune for another?

Let’s act! Let’s share ours. As any of us would mean for them.. :)

That’s all I learned from the crowd. The crowd of the street. The crowd of the city, Surabaya..

Stand up for the humanity.. :)

Walking hand by hand.. Together. We Can! #Human :)

RULLY DALAM KONSPIRASI

Rully, 40 tahun berkawan nisan
nisan dari China berdiri gagah dan berbaris rapi
rapi, serapi mimpi merasuk diri, terkonselasi di kepala Rully
mimpi merayap, menduplikasi diri, hidup di deras aliran merah
merah yang terdiri dari empat anggota, bukan lima
masing-masing punya nama, nama ilmiah katanya
Mimpi bukan parasitosit
bukan juga gulma yang hendak menumpang makan
ia pemimpin pancaran cahaya
spektra dari bumi yang memancar keluar hingga menerangi taramnya sudut kosmos di sana
spektra itu yang tinggalkan biasnya
Rully, tak tahan tuk segera menjadi besan
besan dari teori dan segala bidang keilmuan
Seribu perak maharnya
ia hendak nikahkan anaknya dengan ilmu dari stensilan
ia bukanlah adam, jadi ia bukan walinya
Seribu perak maharnya
Rully ingin kenalkan anaknya pada Issac Newton serta Batista Della Porta
agar anaknya tau apa itu jagat raya
terbang bersama mimpi, hingga gravitasi tak peduli padanya
Seribu perak maharnya
mahar yang berarti bagi nafasnya
mahar dari berotasinya si kaki tiga, sahabat setianya
konspirasi klise bergulir sejak lama
Rully, mimpi, kaki tiga, dan do’a
aku dan Lucretius di sini duduk bersama
berpikir tuk sampaikan bait cerita
sampaikan pada pujangga tertinggi di tahta-Nya tentang asa, do’a yang tak pernah aus bulirnya

How Strong Your Magnet?

“Marhaban yaa Syahru Ramadhan…”

Kalimat yang mewakili hari itu hingga hari ini. Saat itu, kalender mengerlingkan mata tuk menarik perhatian, “Hey, kamu H+3 Insya Allah udah puasa lho.. Udah waktunya berhadapan pada pertapaan untuk interospeksi lebih dalam pada diri.”, ia berkata mengajak untuk melakukan conference dengan sajadah, curahan, serta Sang Pencipta lebih dekat, lebih dalam dari biasanya, dan akhirnya kuturuti. Kalender puas dan berkata dalam bahasa Melayu “tak sia-sia awak nak merajuk”. Banyak hal di hari itu yang awalnya membuat hati gundah, marah. Tumpukan amarah dari waktu lalu lebih tepatnya. Mungkin natrium cemburu ketika melihat aku marah. Tak pernah marah, tetapi sekali marah kukalahkan letupan natrium yang bersentuhan dengan air, bahkan asam nitrat yang bereaksi dengan oksigen pun kalah. Tetapi asam nitrat denganku agaklah berbeda. Kali ini aku tidak dapat merasakan oksigen. Sesak.

Tak mau berkubang terlalu lama pada amarah dan teringat seketika kalimat yang pernah ayah ucapkan padaku dulu, yang berasal dari saran Sang Murobbi, Rasulullah Muhammad SAW, “Kalo kamu marah mending ambil air wudhu dan bergeraklah.” Ya, hal yang sering disarankan oleh ayahku ketika anaknya marah adalah berwudhu dan tadabbur Qur’an. Biar tenang alih beliau.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW., “Berwasiatlah kepadaku,’ Beliau bersabda, ‘Jangan marah.’ ‘Beliau mengulanginya hingga beberapa kali, seraya bersabda. ‘Jangan marah’. (HR. Bukhari)

Saran segera dilaksanakan. Amarah mulai berada pada batas normal dan mendekati batas merah yang kemudian hilang tak memberi tanda. Sajadah selalu jadi saksi bisu, teman setia yang tak pernah lupa menemani.
Malam itu, sepertiga malam yang tak biasa. Sempat takut diri ini dibuatnya. Imajinasi mengambil alih. Merajut khayalan yang tak pasti dan akhirnya menimbulkan rasa takut tuk melangkah ke luar, membasuh, mensucikan diri sebelum asik masyuk dengan Sang Pencipta diri. Bahaya!!
Aku merampas space, mengusir imajinasi aneh itu. Melangkah daaann… TETAP. SEPI. HENING. Aroma yang kurasa setiap sepertiga malam. Ini sangat berbeda dengan di sana (baca : my beloved old boarding house) dan di rumah. Sepertiga malam, aku tak sendirian. Teman sejawat melakukan hal yang sama. Apalagi di rumah. Tak diragukan lagi, aku tak hanya ditemani sajadah, tapi semua penghuni rumah. Tetapi saat ini berbeda, dan benar-benar berbeda. Signifikan, kata itu mungkin yang dapat mewakili perubahan yang ada. Serasa sendiri. “Ah, sudahlah. Mungkin ini ujian kesabaran berikutnya tuk tetap berdiri pada kuadran ini. Nanti saat Ramadhan akan berbeda kok dan pasti mulai terasa animenya.”, hati merajuk dan meyakinkan diri.

Hari ini, hari pertama ibadah Tarawih. Aku merasa akan ada kawan untuk pergi ke masjid bersama. Setelah beraktivitas bersama kawan-kawan tercinta dan orang tercinta untuk sejenak melepaskan lelah dan “refresh our mind” dengan berpergian ke tempat wisata, tiba waktu untuk bersiap ke masjid. Tarawih tentunya. Aku tak mau banyak berharap di hari pertama Tarawih. Tidak hanya di hari pertama Tarawih sich, tapi almost everytime. Itu sebabnya aku hampir selalu berdiri sendiri, karena menurutku seseorang terkadang tak berdiri di tempat, kondisi, situasi dan kadar semangat yang sama. “MANDIRI”, ini maksud hati dan diri. Tak jarang kawanku mengatakan “pergi sendiri, kayak anak ilang”, “bakat nukang” lah. Terserah, pikirku. Ketika aku memperbaiki apapun sendiri. Aku menganggap itu bahan latianku. Bagaimana ketika suamimu kelak ke luar kota sementara di rumah harus ada yang dibenarkan? Apakah menunggu???? Sampai kapan??? Apa memanggil orang lain? Sampai kapan bergantung pada mereka? Kalau itu terjadi di waktu yang tidak memungkinkan orang untuk masuk ke rumahmu, sementara itu harus segera diselesaikan. Bagaimana???? “Selesaikan sendiri selagi kamu bisa. Kalo mentok njedok notok gak bisa baru minta tolong.”. Itu kuadran yang aku pilih dan tinggali.

Sepi. Menapaki jalan, melewati deretan rumah megah yang berjajar dalam komplek. Ya, aku sendirian menuju masjid di kawasan komplek di mana aku tinggal saat ini. Menyusuri sepinya komplek, tak masalah bagiku. Kuatnya magnet kuadran yang kupilih dan tinggali, mungkin itu kekuatan keberanianku. Rasa syukur mulai membelenggu. “Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bisa istiqomah”, bisik kecil dalam hati. Sepulang dari masjid. Seperti biasa, “It’s Tadarus Time..!!”, jerit hati memercikkan semangat. Tapi percikan itu hampir reda dan hilang karena kali ini aku bertadarus seorang diri. Pikiran mulai melayang, mengumpulkan serpihan kenangan di “markas besar Papino Castle (sebutan my old boarding house)”. Di sana di mana tadarus aktif dilakukan, yup kamarku adalah markas besar diadakannya tadarusan. Sholat jama’ah yang biasa kita sebut “nge-masjid” juga dilakukan. Ruang tv disulap menjadi mushola dadakan, lengkap dengan daftar fiktif para imam. Ketika jama’ah mulai berkurang nge-masjidnya pindah dari ruang tv ke kamar seorang kawan, sebut saja mbak Coy. :D
Tapi inilah tantangan yang dihadapi. Sekarang adalah waktu untuk novel “Who Moved My Cheese” karya Dr. Spencer Johnson yang pernah aku baca, mengambil peran.
It’s all about change.
Dan pelajaran yang aku dapatkan pada halaman buku kehidupan dunia kali ini adalah :

Kita adalah kita dengan dikelilingi perubahan. Tapi kita memiliki kuadran yang kita pilih dan menjadi lahan berpijak. Kekuatan magnet antara kita dan kuadran adalah kekuatan untuk menjalani perubahan.

Nb : **Kuadran sama halnya dengan prinsip di sini, kawan.. ;)

Raise Your Voice..!!

ALhamduLiLLah… :)
Kata awal menyambut hari dan mantra yang terus iringi waktu yang berganti..

Hi, hi kawan-kawan sejagat raya..
Akirnyaaa, bisa nulis juga setelah lama tak menjamah halaman ini, karena kewajiban yang sangat menyita. :)
Yach, meskipun kewajiban tersebut belum sepenuhnya terselesaikan #TA. Setidaknya, halaman ini menjadi media “F5″ (baca: refresh). hehe.. :D

Ooops, udah dulu deh curcolnya, yock mari kita c’mon ke topik yang ingin saya bagi kali ini, datang dari setapak jejak masa lalu tertinggal saya. #teteup ^^

“Music in my soul.. I can hear it everyday and every night.. It’s the one thing on my mind.. Music got controL, and I’m Letting go., no., no.. I just wanna pLay my music..” *sing*

Yup, itu tadi sebait lagu dari Jonas Brother yang judulnya Play My Music, salah satu OST Camp Rock. Di film itu Jonas Brother berubah jadi Connect 3, band terkenal, juri event final jam. I do love Shane Gray on that movie.. #meLted hahaha.. :) )
Okay, itu tadi lirik musik yang mendeskripsikan hubungan musik dengan diri saya. #Lebay hehe.. :D
I do love music ‘n singing.. :)
Singing
Kegiatan ini yang jadi kegiatan favorite saya dari jaman dulu sampai sekarang. Bedanya kalau dulu on the record, kalau sekarang off the record. Masih belum nemuin kesempatan lagi. :D
Sangat rindu kegiatan ini sebenarnya, choir SD-SMA, sering solois juga, sempat bergabung dengan beberapa band sekolah saya sewaktu SMA dan band yang terbentuk dengan teman-teman sejawat, sempat juga bergabung dengan band adik saya yang notabene seorang keyboardist dan kadang berganti jadi drummer ketika sang empunya drum berhalangan hadir. Bisa jadi juga kawan-kawan melihat adik saya menjadi seorang gitaris *muLti talent banget ni anak.. -_-”*
Hari ini, benar-benar puncak dari kerinduan saya untuk bernyanyi.

Okay, kali ini saya akan berbagi ilmu untuk kawan-kawan sekalian dari pengalaman saya sebagai seorang vokalis. Meskipun belum mencapai taraf profesional nich yaa.. :D
Tapi saya hanya ingin berbagi dan sekedar melampiaskan kerinduan pada kegiatan bernyanyi dan bermusik.
Sebelum kita menuju inti dari nyanyi bernyayi., yock kita kenali dulu suara kita.
Suara dalam seni vokal dibagi menjadi sopran, alto (untuk wanita) dan tenor, bass (untuk pria). Suara sopran itu memiliki rentang nada C1-C3 dan merupakan suara tertinggi wanita. Waktu bergabung dengan choir posisi saya tetap tak berubah dari SD, SMP, SMA = Sopran.. *Konsisten sekali sodara-sodara.. -__-” * :D
Kemudian ada suara alto yang dikenal juga dengan suara contralto. Suara ini memiliki rentang nada dari f-d2, yang merupakan ambitus rendah suara wanita. Berdasarkan pengalaman saya, kalau di dunia per-choir-an biasanya suara ini masuk ke kelompok suara dua, maksudnya suara kedua tertinggi dalam kelompok. Yup, sekarang beranjak ke suara para pria. Pertama ada suara tenor, jenis suara ini sama seperti sopran. Tenor merupakan suara tertinggi pria, tetapi suara ini terletak satu oktaf di bawah sopran. Rentang nadanya B-g1. Oh iya, tadi belum saya sebutkan bahwa kedua jenis suara tinggi ini (sopran dan tenor) biasanya kunci yang digunakan adalah kunci G. Lanjut ke bass, suara terendah pria ini memiliki rentang nada E-c1. Pada jenis suara ini masih dibagi-bagi lagi, tapi maaf karena terlalu lama hengkang dari dunia bernyanyi saya lupa apa saja jenis suara tersebut. :D Mungkin dari kawan-kawan ada yang masih bersentuhan dengan dunia ini, monggo berbagi kepada kawan yang lain.
Nach, sekarang adalah inti dari kegiatan bernyanyi, yaitu pernafasan. Ini komponen penting dalam dunia bernyanyi, eh gak cuma dalam dunia bernyanyi dink, tapi kehidupan kita dan merupakan parameter antara hidup dan mati.. #Lhoh..?? hehe..
Kegiatan bernyanyi itu terkait dengan pernafasan, pembentukan suara, vocal-konsonan, intonasi (kudu tepat lhooh ya nadanya kalau nyanyi.. :p), artikulasi (pengucapan yang jelas dan benar), frasering (menyanyikan kalimat dengan utuh), interpretasi dan ekspresi. Komponen penting pertama yang akan saya bagi pada kesempatan kali ini.
Dalam seni vokal dikenal beberapa teknik pernafasan, antara lain :
1. Pernafasan bahu, teknik pernafasan ini dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi udara.
2. Pernafasan dada, dilakukan dengan membusungkan dada ketika mengisi udara ke paru-paru.
3. Pernafasan diafragma atau yang lebih dikenal dengan teknik pernafasan perut, mengembangkan diafragma dan tulang rusuk ketika mengisi udara ke paru-paru.
Teknik pernafasan yang terakhir merupakan teknik pernafasan yang terbaik untuk bernyanyi.
Pada teknik ini sikap berdiri perlu diperhatikan. Berdiri tegak dan santai merupakan posisi yang baik dalam teknik pernafasan diafragma. Gimana sich cara kita tau kalo teknik pernafasan yang kita lakukan adalah teknik pernafasan diafragma atau teknik pernafasan perut..??
Okay, pertanyaan itu akan saya jawab.. #NanyaDewe,Jawab2Dewe :D
Dengan posisi tubuh yang saya bilang di atas tadi (tegak dan santai), letakkan ujung jempol jari di ujung tulang rusuk terbawah. Tarik nafas lewat hidung dengan perlahan atau dengan cepat, rasakan posisi jempol tadi. Jempol akan terdorong ke arah luar sebagai reaksi dari melonggarnya tulang iga.
Oh iya, teknik pernafasan ini tidak hanya dilakukan dalam bernyanyi tetapi juga dalam kegiatan teater yang juga sempat saya geluti (Latihan pernafasan perut, merupakan latihan di hari pertama saya saat bergabung dengan group teater yang bermarkas di pasar seni kota Sidoarjo).
Ingat.. Ingat..!! Ini semua perlu latihan kawan-kawan, bisa lewat olahraga atau dengan latihan vokal yang dilakukan dengan menggunakan teknik pernafasan perut dalam mengeluarkan suara. Olahraga yang biasa saya lakukan sich berenang.. hehe..
Itu sebabnya saya suka sekali berenang. Olahraga ini bisa melatih pernafasan. Berenang itu melatih keseluruhan otot tubuh looh, termasuk otot perut yang berperan dalam teknik pernafasa diafragma. Selain itu juga bisa menjadi media penghilang stres (itu yang berlaku pada saya, mungkin juga anda). :D
Sekian cerita yang bisa saya bagi untuk kawand-kawand sekalian.
Semoga bermanfaat..
Kita sambung di kesempatan berikutnya yaa.. ^^

Lembayung Bali -Saras Dewi-

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

Dewa Maya Negara

Corong besarmu menganga
berkoar-koar keluarkan dusta
hanya ada air mata yang akan tumpah
tumpah ruah hingga tak terbendung nantinya
Jelas saja semua pecah
Pecahkan semua rasa cinta
Damai pun tak dirasa
Kau hanya duduk terhempas kenikmatan maya
Tak tau mana kewajiban yang nantinya akan dihitung neraca
Kau hanya tunduk pada ketenaran dan kekuasaan belak
Tak kusangka, dirimu bak binatang jalang dipelihara negara
Tak tau malu, tak tau rupa
Bicara sana seenaknya
nanti Sang Penguasa Jagad Raya kan berimu hadiah
Hadiah terindah tuk rakyat semua

GADIS CILIK BERKACAMATA

Gadis cilik berkacamata
pekat darahnya akan cita
lekat ia dengan usaha
asa memang tak pernah putus baginya
meski ia tau memang akan ada batasnya pada suatu masa

Gadis cilik berkacamata
dulu aku khawatir akan cinta
cintanya pada sesama
tapi ia tepiskan semua sangsinya jiwa
tumbuh ia bak teratai yang warnai telaga
warnai ekosistem yang tak lagi tersentuh indahnya kasih dan cinta

rindu memang akan hadirnya
rindu akan canda dan tawanya
semua akan merindukannya
kemarin, sekarang, kelak pun jua sama

Sembah sujud syukur pada Sang Kuasa
hati yang bersujud tak ingin bangkit merengkuh angkasa tuk condongkan kepala
terlalu berarti dirasa
rasa hasil konspirasi alam dan tuannya
karena itu kita ada
tak dinyana aku dan dia ada
kita ada, kita terikat
terikat dan tak dapat terlepas hingga akhir dunia
aku rindu akan hadirnya
cinta kita kan hiasi dunia
merah, kuning, hijau, birunya dunia

ku berjanji tuk setia menjaganya
menjaga diri dan cintanya
indah yang kurasa jika bersamanya
bersama berbagi cerita tuk bisa bersama selamanya

HAPPINESS IS….. (Flashback to The Peanuts Gang Era)

SNOOPY…!!
Udah pada tau kan dia itu siapa..?? Snoopy adalah tokoh animasi dari strip komik Peanuts. Karakter inilah yang dulu semasa cilik jadi buronanku. Setelah berpindah dari pesona sang Mickey Mouse, trus sempet mampir ke Winnie The Pooh yang berkawan dengan si Christopher Robin (satu-satunya sahabat Winnie The Pooh yang manusia), Eeyore (keledai), Piglet (babi pink kecil), Rabbit (kelinci), Tiger (harimau), Owl (si burung hantu), Roo (kangguru kecil), dan Kanga (kangguru besar, ibu Roo). Opening Soundtrack yang masih aku inget itu judulnya “Rumbly in tumbly” yang dipakai di salah satu seri “Winnie The Pooh Adventure, Winnie The Pooh and the honey tree”. Hehe… :D
Tapi dari beberapa seri yang ada, aku paling suka “Friend indeed” (baca : emang temen).
Eeiitz.., balik lagi ke SNOOPY dah… Winnie The Pooh’nya kita bahas di kesempatan berikutnya yaaa…

Marquee Text - http://www.marqueetextlive.com

SNOOPY, si anjing beagle putih dengan kuping berwarna hitam dan totol hitam di punggungnya ini merupakan hasil karya dari Charles M. Schultz, yaitu penulis strip komik Peanuts. Komik ini bercerita tentang Peanuts gang, yang beranggotakan Snoopy, Charlie Brown (sosok bocah kecil menggunakan kaus kuning dengan sedikit rambut keriting di bagian dahi, dan sedikit rambut di bagian belakang, pemilik Snoopy), Woodstocks (burung kuning kecil), Sally (gadis kecil berambut kuning dengan baju polkadot berwarna pink, adiknya Charlie), Lucy (gadis kecil sok tau dan sok pinter, teman baik Charlie), Linus (bocah kecil yang suka ngemut jempolnya, adik dari Lucy), dan tokoh lain *Maaf aku Lupa* :D .

Anyway, Peanuts enggak cuma komik lhoo.., tapi juga ada film animasinya. Pada komik biasanya callouts (balon dialog/balon teks) berisi hal-hal yang dipikirkan Snoopy karena dia digambarkan sebagai karakter yang tidak dapat berbicara. Pada film animasinya hal-hal yang dipikirkan tidak diungkapkan dengan kata-kata tetapi dengan geraman, ratapan atau tawa, seperti sebuah pantomim. Tapi ada dua film animasi yang berbeda lhoo.., yaitu film spesial “You’re a goodman, Charlie Brown” dan “Snoopy!!! The Musical”. Pada dua film tersebut si Snoopy bisa bicara.

Nach, ada satu lagu pada film animasi spesial “You’re a goodman, Charlie Brown” yang aku suka. Lagu ini merupakan soundtrack Broadway show-nya Peanuts gang, judul lagu tersebut “Happiness Is” yang dinyanyikan oleh Al Jarreau. (Nb: buat yang download’in, ayoow mana bang lagunya..?) *nagih* :P . Berdasarkan keterangan dari seseorang, terkait dengan eksistensi lagu ini, ternyata yang beredar di dunia maya bukan hanya versi aslinya tetapi sudah dinyanyikan kembali oleh orang lain. Okay, tak apalah. Terlepas dari siapa yang membawakan lagu tersebut, aku suka dengan lagu ini. Liriknya mantabh dah. :D
Ini aku kasih lirik lagu tersebut :

HAPPINESS IS

Happiness is two kinds of ice cream
Finding your skate key, telling the time

Happiness is learning to whistle
Tying your shoe for the very first time

Happiness is playing the drum in your own school band
And happiness is walking hand in hand

Happiness is five different crayons
Knowing a secret, climbing a tree

Happiness is finding a nickel
Catching a firefly, setting him free

Happiness is being alone every now and then
And happiness is coming home again

Happiness is morning and evening
Daytime and nighttime, too

For happiness is anyone and anything at all
That’s loved by you

Happiness is having a sister
Sharing a sandwich, Getting along

Happiness is singing together when day is through
And happiness is those who sing with you

Happiness is morning and evening
Daytime and nighttime, too

For happiness is anyone and anything at all
That’s loved by you

Pada lagu tersebut, ada bagian lirik (bercetak tebal) yang aku ingin bahas di sini. Kutipan lirik tersebut adalah

Happiness is walking hand in hand

Sebelumnya kutipan dari lirik ini udah pernah aku publish di status akun social network-ku, facebook. Saat menuliskan ini, ada seorang kawan dalam mengomentari statusku itu terlihat memposisikan sebagai pihak yang kontra terhadap pernyataan tersebut. Sempat aku bilang pada komentarku dalam rangka menanggapinya, cobalah berpikir di luar kotak “sebenarnya” (baca : konotasi). Memaknai kata dan kalimat sebaiknya tidak hanya dalam konteks makna kata sebenarnya, atau bisa dibilang dari apa yang tersurat. Cobalah untuk mencari makna yang tersirat. Satu kata memang menimbulkan banyak interpretasi dari masing-masing kepala.
Ayooock kita coba cari makna yang tersirat bukan hanya tersurat..
Okay, balik ke jalur dah… :D
Pada lirik tersebut yang artinya “Kebahagian adalah berjalan bergandengan tangan”, ini merupakan penggambaran dari sebuah kerukunan dan persahabatan. Tidak mungkin seseorang yang sama-sama sedang dikuasai dendam, emosi akan bergandengan tangan. Mungkin sich, tapi pada akhirnya akan berjalan sendiri-sendiri. Enggak cuma itu, ketika orang tua jalan dan bergandengan tangan dengan anaknya juga merupakan kebahagian yang tak terkira bagi anak. Anak akan merasa aman, nyaman, dan hangat. Inilah lambang simple dari sebuah kasih sayang yang besar. Ehhmm.., coba mundur sebentar dech ke belakang. Berapa di antara kita yang malu ketika gandengan dengan orang tua pas sudah menginjak dewasa? Tidak sadarkah kita ini sedikit mengecewakan mereka? Mumpung masih ada kesempatan dan sempat untuk bergandengan tangan dengan orang tua kita, coba dech sekali-kali jalan dan gandeng tangan mereka atau kalau perlu rangkul mereka. Ehm.., yang cewek gandeng ibunya, yang cowok jalan bareng ayahnya. hehe… How warm it is..!!
Itulah kutipan simple, singkat yang mengena di hatiku.
Waaach.., jadi kangen sama kartun jadul (jaman dulu) niii.. Dan menurutku kartun jadul tu highly recommended to watch for your children, little sister, and little brother. Hehehe…. :D